Bengkulu Utara – Sengkarut layanan listrik, terus menjadi sorotan publik daerah. Beberapa pekan terakhir, kasus byar pet listik khususnya jalur Lebong dan lainnya, terus terjadi padam listrik di tengah-tengah kebutuhan listrik tengah tinggi.

Kepala Kantor Unit Layanan Pelanggan (ULP) PLN Arga Makmur, Khairul Mustafa, saat dikonfirmasi perihal kejadian yang terus menjadi tanya para pelanggaran di daerah sejak bulan lalu, kemarin mengatakan penyebabnya masih dalam kasus yang sama. Cuaca yang kurang bersahabat.

“Badai,angin pak,” kata Khairul, menjawab lewat pesan singkatnya, kemarin.

Disisinggung soal keberlanjutan proyeksi Saluran Utama Tegangan Tinggi (SUTT) yang mandek di pertengahan tahun lalu? Khairul mengaku belum mendapatkan konfirmasi teranyarnya dari PLN Unit Induk Pembangunan (UIP) Palembang. Pasalnya, proyek yang sempat macet gegara tarik ulur biaya ganti rugi itu, dilakukan oleh UIP Pelembang. Sementara, Gardu Induk (GI) Arga Makmur yang tengah dibandung di wilayah Kecamatan Lais, sangat bergantung dengan laik-nya jaringan yang tengah dibangun itu.

“Belum ada info dari PLN UIP yang membangun GI Pak. Nanti kami cari info progresnya,” bebernya.

Sekadar mengulas, dari total proyeksi pajak yang sudah dipatok daerah tahun ini sebesar Rp 15,3 miliar. Pajak Penerangan Jalan Umum (PJU) menjadi satu-satunya penyokong PAD yang Oktober lalu saja, sudah terkumpul Rp 11,6 miliar itu. Tahun ini, pajak yang didapat dari 10 persen total tagihan pelanggan setiap bulannya itu, sudah menyuplai daerah hampir Rp 7 miliar dari total target tahun ini yang telah ditentukan oleh daerah sebesar Rp 9,3 miliar. (way)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.