Bengkulu Utara – Keberadaan Mulia, perempuan 70 tahun, warga Desa Tanah Hitam Kecamatan Padang Jaya, Bengkulu utara (BU), masih menjadi misteri. Pencarian aktif yang sudah dilakoni lebih dari 7 hari, sejak Sabtu lalu juga akhirnya disetop. Itu setelah, upaya penyisiran mulai dari sekitaran kebun hingga Sungai Air Lais yang melibatkan unsur TNI-Polri, Basarnas,PMI, Tagana dan warga setempat tidak membuahkan hasil.

Kades Tanah Hitam, Ikhwan Zuhari, tak menyangkal dihentikannya pencarian aktif nenek Mulia yang dilaporkan tak kembali pulang, usai pamit menuju kebun anaknya sejak Jum’at, pekan lalu. Kades menyampaikan, usai memastikan korban yang tak berada di pondokan dan sekitaran kebun. Keesokan harinya, pencarian yang lebih massif dilakukan. Lintas sektor, kata dia, sampai dengan melakukan penyisiran di ruas Sungai Air Lais hingga memantau area muara. Jejak, keberadaan obyek pencarian pun belum terendus.

“Pencarian aktif, yang melibatkan lintas sektor seperti TNI-Polri,Basarnas,PMI dan Tagana serta warga dan keluarga, dihentikan sejak Sabtu, kemarin,” ujarnya.

Penyisiran alur sungai, terus dia, menjadi bagian fokus pencarian, lantaran disebab untuk menuju perkebunan yang berada di kawasan Hutan Lindung Boven Lais Register 41 itu, harus melintasi sungai. Sementara, rentang waktu dilaporkannya lansia itu tak kunjung pulang, kondisi curah hujan yang tengah tinggi-tingginya. Kiraan inilah yang kemudian, menjadi pertimbangan tim gabungan melakukan pencarian dengan menyisir sungai. Walau belum membuahkan hasil.

“Kami menghaturkan terima kasih kepada segenap elemen yang terlibat dalam pencarian ini. Pemantauan kami bersama dengan warga, tetap kami lakukan,” terangnya.

Kapolres Bengkulu Utara (BU), AKBP Anton S Hartanto,SH,SIK,MH melalui Kapolsek Padang Jaya, IPTU Saman,SH,MH, mengiyakan diakhirinya pencarian aktif nenek Mulia.

“Tapi pemantauan soal perkembangan informasi yang bekerjasama dengan masyarakat, tetap kami lakukan,” pungkasnya. (way)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.