Bengkulu Utara – Dilerasi polisi lantaran perang urat leher, Rn (17) warga wilayah Kecamatan Hulu Palik, Bengkulu Utara (BU), justru melah berlaku berlebihan. Diawali cek-cok mulut dengan panitia pagelaran kuda lumping di Desa Serumbung Kecamatan Kerkap, Minggu (28/11), pria itu pun malah kian beringas, menantang polisi. Mendapati ada belati di pinggangnya. Polisi langsung meringkusnya dan menetapkannya sebagai tersangka.

Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto,SIK, MH melalui Kapolsek Kerkap, IPDA Ratno,SH,MH, kepada koran ini membenarkan telah mengamankan seorang pria, lantaran membawa senjata tajam. Tak hanya itu saja, seorang personelnya pun sempat akan dilawan pelaku, saat tengah berupaya melerai cek-cok mulut antara pelaku dan seorang panitia pagelaran kuda lumping.

“Kami mengamankan pelaku beserta belati, untuk dijadikan barang bukti. Pelaku sudah ditetapkan sebagai tersangka,” kata Ratno, kemarin.

Dalam kejadian itu, Kapolsek meminta agar masyarakat tidak sembarangan membawa senjata tajam, terkecuali untuk kepentingan pekerjaan atau pun berkebun.

“Karena penyalahgunaan sajam, bisa dijerat dengan Undang-Undang Darurat,” pungkasnya. (way)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.