GemaMerdeka – Minggu siang (13/06), dua orang wartawan Media Online di Bengkulu Utara yakni wartawan Tubarnews.com dan Pakarnews.com yang tengah melakukan liputan tugas jurnalistik, mengaku menerima ancaman penganiayaan menggunakan senjata tajam oleh oknum Kepala Desa (Kades) di salah satu desa di Kecamatan Air Besi Kabupaten Bengkulu Utara.

Hal ini terungkap, setelah kedua orang wartawan ini secara resmi mendatangi Polres Bengkulu Utara, guna melaporkan perbuatan yang dinilai tidak terpuji oknum kades tersebut.

Data terhimpun awak media, kejadian ini terjadi pada pukul 10.00 WIB dengan Tempat Kejadian Perkara (TKP) di salah satu desa di Kecamatan Air Besi.

Kepada awak media, Sukiman wartawan Tubarnews.com mengaku melakukan liputan jurnalistik, mendatangi pekerjaan kegiatan pembuatan Rabat Beton, yang bertemu dengan oknum yang saat itu bersama dengan para pekerja.

” Kami datang berdasarkan informasi masyarakat, dan sudah memperkenalkan diri dari media kepada oknum kades tersebut. Namun, ketika kami belum sempat menyampaikan maksud dan tujuan, kami sudah diintimidasi dengan kata kata oleh oknum kades tersebut,” ujar Sukiman.

Sukiman pun lebih jauh menjelaskan kronologis kejadian. Oknum Kades ini, bertanya kepada Sukiman, dengan pertanyaan “Siapa yang suruh kalian (Sukiman dan rekan,red), datang kesini (Lokasi kegiatan Rabat Beton,red). Kemudian, oknum Kades ini menyampaikan nada ancaman, akan menggorok leher kedua wartawan ini, jika melakukan peliputan dan pemantauan kegiatan yang tengah dijalankannya.

“Kami diusir pak, sembari oknum kades ini mengeluarkan nada ancaman akan membacok leher kami, yang menyebutkan bahwa sebilah parang sudah dipegangnya,” beber Sukiman.

Mendapati perlakuan tersebut, kedua wartawan ini langsung ambil langkah seribu guna menghindari cidera yang dialaminya, akibat ancaman akan menggorok leher sembari oknum kades tersebut memegang sebilah parang (Senjata tajam,red). Hal ini seperti yang diungkapkan Ujang Suratin, menambahkan cerita Sukiman yang turut serta dalam liputan jurnalistik tersebut.

“Karena ketakutan, kami lari bang. Dari pada kami keno kapak, lebih baik kami mengalah, dan memilih melapor ke Polres Bengkulu Utara, guna mendapatkan keadilan atas profesi yang kami jalani ini bang,” singkat Ujang Suratin.

Menanggapi kejadian ini, Kapolres BU AKBP Anton Setyo Hartanto, S.Ik, MH melalui Kasat Reskrim AKP Jery Antonius Nainggolan, S.Ik mengaku telah menerima informasi dan pengaduan kedua wartawan atas kejadian pengancaman yang dialaminya. Sejauh ini, pihaknya akan mempelajari terlebih dahulu kejadian ini, dan akan segera ditindaklanjuti lebih jauh.

“Kami sudah menerima pengaduan kedua wartawan ini, akan segera kitabtindaklanjuti,” singkat Kasat.

Menyikapi kejadian ini, Wakil Ketua Organisasi SMSI Kabupaten Bengkulu Utara Edi Yanto, mengecam keras tindakan oknum kades ini. Pasalnya, apa yang sudah dilakukan oknum kades ini, jelas sudah menghalangi dan menghambat tugas profesi Jurnalistik. Dan, hal ini jelas selain menyalahi aturan Undang undang Pers Nomor 40 tahun 1999 pasa 18, juga dengan pengancamannya jelas patut ditindak dengan pasa 355 Kuhapidana, serta Undang Undang Darurat atas senjata tajam yang dilontarkannya melalui ucapan dan ancaman yang disampaikannya kepada kedua wartawan, yang salah satunya merupakan wartawan media online Tubarsnews.com yang merupakan anggota dari organisasi SMSI BU ini.

“Kami dukung penuh kedua wartawan ini, untuk melaporkan oknum kades, yang sudah bertindak layaknya aksi premanisme ini. Sesuai dengan petunjuk Kapolri, yang saat ini tengah gencar memberantas aksi premanisme, maka aksi yang dilakukan oknum kades ini jelas sudah masuk unsur pidana dan menyalahi Undang undang Pers,” tegasnya.

Sayangnya, hingga berita ini diterbitkan, awak media belum juga mendapatkan hak jawab oknum kades ini, baik via telpon maupun pesan singkat yang belum juga ditanggapi.

Diketahui, laporan kedua orang wartawan ke Polres BU ini. Dalam kejadian, pengancaman menggunakan senjata tajam, yang juga menghalangi tugas profesi jurnalistik ini, didapati adanya rekaman video. Dimana, oknum kades ini melontarkan ucapan. “Gen urusan udi, Udi lak mesoa masalah?. Kalau lak menea masalah, nea niean. Uku kute jenawet ku, cibeak udi memaien. Kalau uku sapei bemasalah, udi tentokbku kagean. Lak si udi tun media, jano ne uku coa saben ngen udi. Gen urusan udi mio. Mai lapangan, jano udi lak belek, jano lak nebea. Coa udi lak belek, golok ku ade”. Yang diartikan, ” Apa urusanmu, apakah kau mau mencari masalah?. Kalau mau mencari masalah, jangan tanggung tanggung. Apa saja aku kerjakan, jangan kau main main dengan aku. Kalau aku sampai bermasalah, aku potong leher kau. Mau anda orang media, saya tidak takut. Apa urusan anda kesini? Turun ke lapangan?. Apa maumu?, mau pulang atau pergi atau mau di bacok. Apakah kamu tidak mau pulang atau pergi, golok (Senjata Tajam,red) ada.

FbR

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *