GemaMerdeka –  Setelah melalui proses  pembahasan DPRD  Kota Bengkulu akhirya merampungkan pembahasan  Rancangan Pembahasan Peraturan Daerah untuk Larangan Minuman Tuak dan Minuman Beralkohol Lainnya bersama Bapemperda dan Timlegda Pemerintah Kota Bengkulu. Senin (26/04).

Ketua Bapemperda DPRD Kota Bengkulu Solihin Een Adnan mengatakan larangan ini bersifat keseluruhan dan mengikat, tidak hanya bagi produsen tapi juga bagi penjual minuman tuak atau minuman beralkohol tradisional lainnya.

“Hari ini kita rampungkan pembahasan Raperda Larangan Minuman Tuak. Dan penegakan terhadap Perda ini kedepannya akan dilakukan oleh Satpol PP Kota Bengkulu melalui PPNS. Dan kinerja mereka ini juga diatur dalam Peraturan Kapolri Nomor 8 tahun 2010. Artinya tupoksi PPNS ini semakin kuat,” kata Solihin.

Solihin berharap Perda Larangan Minuman Tuak dan Minuman Beralkohol Lainnya tidak hanya menjadi simbol atau hanya normatif saja karena sesuai dengan visi Kota Bengkulu sebagai kota yang bahagia dan religius.

Pembahasan yang dilakukan cukup panjang dan alot tersebut memutuskan akan memberi sanksi bagi pelanggar Perda yakni kurungan penjara selama 6 bulan kurungan dan denda sebesar Rp 50 juta.

FbR