GemaMerdeka – Setelah sebelumnya memberikan kelonggaran untuk melakukan kegiatan dengan syarat menerapakan protokol kesehatan ketat.

Terhitung jum’at pagi (18/12) Bupati Bengkulu Utara Ir.H.Mian kembali melarang adanya kegiatan yang menimbulkan kerumunan atau keramaian diantaranya resepsi pernikahan, aqiqah, sunatan, konser musik – olahraga hingga tabligh akbar dan tabligh musibah.

Tak hanya itu melalui surat edaran bupati tentang penghentian sementara kegiatan yang bersifat kerumunan, keramaian, Bupati juga membatasi jam kerja tempat hiburan, pusat perbelanjaan, restoran, cafe dan rumah makan yang di izinkan mulai buka sejak jam 7 pagi dan tutup maksimal pada jam 9 malam.

Bupati BU Ir.H.Mian juga menjelaskan meski adanya pembatasan, acara akad nikah tetap diperbolehkan dengan kententuan jumlah yang mengikuti acara maksimal 20 orang dengan tetap mematahui protokol kesehatan dan menyebutkan jika melanggar terhadap surat edaran tersebut maka akan dilakukan tindakan tegas dengan dibubarkan oleh satgas Covid-19.

“Adad nikah bagi yang mau menikah silahkan, tidak di larang, tetapi tetap patuhi protokol kesehatan dan diikuti hanya boleh 20 orang saja, jika melanggar siap siap di bubuarkan oleh Satgas Covid-19” Ujar Bupati Mian.

FbR

One thought on “Kasus Positif Terus Bertambah, Bupati Mian Kembali Larang Pesta Pernikahan”
  1. Kalau mau larang kerumunan… Suruh nian sendiri cek dan bubarkan dilapangan…. Jng hanya sepihak saja… Contoh….. Masuk kantor juga termasuk kerumunan.dagang dipasar juga termasuk kerumunan. Ada musibah juga kerumunan.rumah sakit juga kerumunan… Kantor polisi juga kerumunan… Yg mau bubarkan kerumunan… Juga termasuk kerumunan…. Jadi kalau mau tegas… Stop semua aktifitas ,termasuk dikantor bupati…. Baru yg lainya mengikuti….. Masuk akal apa tidak pak….. ( Sekedar wacana )

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *