Home / Daerah

Rabu, 22 September 2021 - 12:52 WIB

16 Napi Lapas Arga Makmur Ujian Sertifkat Level ASEAN

Narapidana tengah mengikuti rangkaian uji kompetensi

Narapidana tengah mengikuti rangkaian uji kompetensi

BENGKULU UTARA – Pemberdayaan dan peningkatan kepasitas Sumber Daya Manusia (SDM) narapidana di Lapas Klas II B Arga Makmur, kemarin menjadi obyek assesment. Pendeknya, narapidana yang tengah menjalani masa tahanan itu, mengikuti uji kompetensi atau life skil, sebelum nantinya mendapatkan sebuah lisensi resmi sebagai orang berkompeten di sebuah bidang tertentu.

Terpantau, tim asessor dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) Lembaga Sertifikasi Profesi (LSP) – Bekasi, Balai Besar Pelatihan Kerja (BBPLK) Kemenakertrans Republik Indonesia, tiba di Lapas pada Selasa (31/9). Tim assesment dari pusat itu, dalam rangka melakukan uji kompetensi terhadap kerja-kerja non formal yang dilakukan oleh lapas pada Jurusan Finishing Teknik Semprot. Slot pendidikan non formal ini, diikuti oleh 16 orang narapidana di lapas yang over kapasitas itu.

Kepala Lapas Klas II B Arga Makmur, Luhur Pambudi,Amd.IP,SH,MH didampingi Kasubsi Kegiatan Kerja Lapas, Syarif Hidayat, menerangkan kalau ujian kompetensi itu, merupakan rangkaian akhir pelaksanaan pelatihan berbasis kompetensi yang diselenggarakan Balai Latihan Kerja Bengkulu Utara di lapas.

“Ada 16 warga binaan yang mengikuti assesment,” terangnya, kemarin.

Lebih detil lagi, Syarif menjelas, 16 peserta assesment mengikuti serangkaian penilaian mengait kualitas dan penguasaan teori dan praktik. Sampai dengan menghasilkan sebuah benda bernilai ekonomis. Alur penilaian itu, merupakan prosedur wajib yang harus diikuti oleh seluruh peserta untuk dinilai layak mendapati sertifikasi kompetensi sektor profesi yang berlaku di kawasan Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) yang meliputi 10 negara. Karena itu, lanjut dia lagi, bimbingan kerja yang dilakoni seluruh peserta selama 38 hari itu, menargetkan setiap peserta yang dinilai berkompeten, nantinya tidak hanya memahami sektor teori sebuah kemampuan tertentu, tapi lebih kepada seorang yang terampil dan produktif.

“Karena output dari Bimker ini adalah membentuk karakter positif warga binaan untuk memiliki sebuah kecakapan hidup, sebagai modal awal ketika nantinya berbaur kembali pada lingkungan sosial dan menjadi pribadi yang terampil dan cakap serta diharapkan tidak lagi terjerumus pada hal-hal negatif atau kembali menjadi pelaku kejahatan,” pungkasnya. (way)

Share :

Baca Juga

Bengkulu Utara

Sumber Agung Kembali Membangun

Bengkulu Utara

Sebelum Dipungsikan, Warga Minta Akses Jalan Pelabuhan Kahyapu Diperbaiki

Daerah

Pemkab BU Manfaatkan Hibah 100 Hektar Lahan HGU Untuk Pembibitan

Bengkulu Utara

Penanganan Musibah Banjir, Pemkab Siapkan 126 Bronjong Untuk Warga Terdampak Banjir

Bengkulu Utara

Peduli Sesama, Kapolsek Kerkap Serahkan Bantuan Kepada Warga Terdampak PPKM Level 4

Daerah

Gubernur Rohidin Mersyah Resmikan Jembatan TAP

Bengkulu Utara

Wabup Arie SA Kukuhkan Paskibraka BU Tahun 2021

Bengkulu Utara

Akses Jalan Provinsi Rusak Parah, Tanjakan “Temlek” Butuh Perhatian Khusus